Asisten Manajer Sriwijaya FC Muchendi Mahzareki mengatakan, SFC bertolak dari Palembang menuju Malang pada Jumat (22/2/2013) pagi ini dengan membawa 20 pemain terbaiknya, termasuk Tantan dan Ramdhani Lestaluhu.
Perkembangan terakhirnya, kedua pemain ini
sudah bergabung dalam latihan bersama
Laskar Wong Kito. Lebih menggembirakan
lagi, striker Boakay Eddie Foday juga
bergabung pasca mengurus KITAS di
Malaysia. "Kita bawa 20 pemain, dan bertolak
ke Malang Jumat (22/2/2013)," jelasnya.
Ditambahkan Kas Hartadi, SFC hanya minus
kiper Ferry Rotinsulu yang benar-benar
mengalami cedera dan kini dalam masa
penyembuhan. Ferry memang diminta
istirahat untuk persiapan laga
berikuatnya."Setelah lawan Arema, kita akan
menghadapi Gresik pada 1 Maret
mendatang," jelasnya Kas.
Terkait dengan kondisi Ramdhani dan
Tantan, menurut Kas sudah mulai bergabung
latihan. "Tantan sudah bisa diturunkan,
begitu juga Fakhrudin, sementara Rahmdani
kita tunggu perkembangan terakhir, karena
juga sudah ada progres yang sangat baik,"
jelasnya.
22/02/13
Sriwijaya akan pakai Formasi Ac Milan menghadapi Arema Real Madridnya Indonesia !!
Kemampuan AC Milan menjinakkan Barcelona di ajang Liga Champion, Kamis (21/2) dini hari kemarin, ternyata masih membekas dalam diri Kas Hartadi pelatih Sriwijaya FC, menurutnya dia punya inspirasi untuk menularkan strategi Milan untuk melawan Arema yang punya agresivitas striker.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, apa yang dilakukan oleh Kas ini sebenarnya sudah ditebak oleh RD yang mencoba melakukan variasi serangan cepat. Dan semakin nyata ketika Kas Hartadi melakoni sesi latihan terakhir sebelum berangkat ke Malang.
"Untuk sementara masalah saya dengan manajemen hanyalah salah paham, gak usah bahas itu lagi kawan, lebih asyik kita bahas persiapan tim melawan Arema saja. Saya punya inspirasi bagus usai menonton laga Milan melawan Barcelona," kata Kas Hartadi dikutip dari Sriwijaya Post.
Kas sekali lagi berujar jika dirinya tidak bisa menyamakan kondisi timnya dan skuad Arema saat pertemuan musim lalu dgn kemenangan Sriwijaya FC 5-1. Begitupula dengan rekor pra musim yang saling mengalahkan. Menurutnya apa yang terjadi besok tidak ada hubungannya dengan pertandingan sebelum2x
"Ya cuma jadi motivasi saja, selebihnya perbedaan kekuatan sudah ada dari sebelumnya," lanjut Kas.
Kas menuturkan inspirasi dari Milan yang dia dapat adalah konsentrasi pertahanan yg tidak mudah hilang selama 90 menit
"Arema punya kekuatan serangan yg bagus, mereka juga berlaga di kandang sendiri. Saya perlu mengambil inspirasi itu, jangan mudah hilang konsentrasi, itu saja," tutup Kas.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, apa yang dilakukan oleh Kas ini sebenarnya sudah ditebak oleh RD yang mencoba melakukan variasi serangan cepat. Dan semakin nyata ketika Kas Hartadi melakoni sesi latihan terakhir sebelum berangkat ke Malang.
"Untuk sementara masalah saya dengan manajemen hanyalah salah paham, gak usah bahas itu lagi kawan, lebih asyik kita bahas persiapan tim melawan Arema saja. Saya punya inspirasi bagus usai menonton laga Milan melawan Barcelona," kata Kas Hartadi dikutip dari Sriwijaya Post.
Kas sekali lagi berujar jika dirinya tidak bisa menyamakan kondisi timnya dan skuad Arema saat pertemuan musim lalu dgn kemenangan Sriwijaya FC 5-1. Begitupula dengan rekor pra musim yang saling mengalahkan. Menurutnya apa yang terjadi besok tidak ada hubungannya dengan pertandingan sebelum2x
"Ya cuma jadi motivasi saja, selebihnya perbedaan kekuatan sudah ada dari sebelumnya," lanjut Kas.
Kas menuturkan inspirasi dari Milan yang dia dapat adalah konsentrasi pertahanan yg tidak mudah hilang selama 90 menit
"Arema punya kekuatan serangan yg bagus, mereka juga berlaga di kandang sendiri. Saya perlu mengambil inspirasi itu, jangan mudah hilang konsentrasi, itu saja," tutup Kas.
Sriwijaya akan pakai Formasi Ac Milan menghadapi Arema Real Madridnya Indonesia !!
Kemampuan AC Milan menjinakkan Barcelona di ajang Liga Champion, Kamis (21/2) dini hari kemarin, ternyata masih membekas dalam diri Kas Hartadi pelatih Sriwijaya FC, menurutnya dia punya inspirasi untuk menularkan strategi Milan untuk melawan Arema yang punya agresivitas striker.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, apa yang dilakukan oleh Kas ini sebenarnya sudah ditebak oleh RD yang mencoba melakukan variasi serangan cepat. Dan semakin nyata ketika Kas Hartadi melakoni sesi latihan terakhir sebelum berangkat ke Malang.
"Untuk sementara masalah saya dengan manajemen hanyalah salah paham, gak usah bahas itu lagi kawan, lebih asyik kita bahas persiapan tim melawan Arema saja. Saya punya inspirasi bagus usai menonton laga Milan melawan Barcelona," kata Kas Hartadi dikutip dari Sriwijaya Post.
Kas sekali lagi berujar jika dirinya tidak bisa menyamakan kondisi timnya dan skuad Arema saat pertemuan musim lalu dgn kemenangan Sriwijaya FC 5-1. Begitupula dengan rekor pra musim yang saling mengalahkan. Menurutnya apa yang terjadi besok tidak ada hubungannya dengan pertandingan sebelum2x
"Ya cuma jadi motivasi saja, selebihnya perbedaan kekuatan sudah ada dari sebelumnya," lanjut Kas.
Kas menuturkan inspirasi dari Milan yang dia dapat adalah konsentrasi pertahanan yg tidak mudah hilang selama 90 menit
"Arema punya kekuatan serangan yg bagus, mereka juga berlaga di kandang sendiri. Saya perlu mengambil inspirasi itu, jangan mudah hilang konsentrasi, itu saja," tutup Kas.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, apa yang dilakukan oleh Kas ini sebenarnya sudah ditebak oleh RD yang mencoba melakukan variasi serangan cepat. Dan semakin nyata ketika Kas Hartadi melakoni sesi latihan terakhir sebelum berangkat ke Malang.
"Untuk sementara masalah saya dengan manajemen hanyalah salah paham, gak usah bahas itu lagi kawan, lebih asyik kita bahas persiapan tim melawan Arema saja. Saya punya inspirasi bagus usai menonton laga Milan melawan Barcelona," kata Kas Hartadi dikutip dari Sriwijaya Post.
Kas sekali lagi berujar jika dirinya tidak bisa menyamakan kondisi timnya dan skuad Arema saat pertemuan musim lalu dgn kemenangan Sriwijaya FC 5-1. Begitupula dengan rekor pra musim yang saling mengalahkan. Menurutnya apa yang terjadi besok tidak ada hubungannya dengan pertandingan sebelum2x
"Ya cuma jadi motivasi saja, selebihnya perbedaan kekuatan sudah ada dari sebelumnya," lanjut Kas.
Kas menuturkan inspirasi dari Milan yang dia dapat adalah konsentrasi pertahanan yg tidak mudah hilang selama 90 menit
"Arema punya kekuatan serangan yg bagus, mereka juga berlaga di kandang sendiri. Saya perlu mengambil inspirasi itu, jangan mudah hilang konsentrasi, itu saja," tutup Kas.
Sandera supir truk, polisi ringkus 146 Bonek.
Bondo Nekat (Bonek) diduga membuat ulah dengan menyandera sebuah truk dan melakukan penganiayaan terhadap sopir serta kernet truk. Sebanyak 146 orang suporter Persebaya Surabaya berhasil diamankan Petugas Polres Kediri.
Kapolres Kediri Kota AKBP Ratno Kuncoro mengatakan, ratusan suporter bola itu diamankan setelah berbuat ulah di jalan Perintis Kemerdekaan, kelurahan Ngronggo, kota Kediri. Mereka kemudian digiring ke mapolres Kediri Kota untuk dilakukan pendataan.
“Dua orang warga terluka akibat ulah mereka. Mereka kini dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara. Kaca mobil korban juga hancur setelah dipukuli. Kami mengamankan, karena mengancam keselamatan warga,” ujar kapolres Kediri Kota AKBP Ratno Kuncoro di Kantor Polres Kediri, seperti dilansir goal Kamis (21/2/2013).
Sebanyak 146 suporter bonek itu baru saja pulang dari Tulungagung. Mereka usai mendukung klub kesayangannya Persebaya Divisi Utama yang bertanding melawan tuan rumah Perseta Tulungagung. Dalam ajang kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia itu itu berakhir dengan skor imbang 1-1.
Saat dalam perjalanan pulang ke Surabaya mereka memaksa sopir truk untuk mengantar. Karena permintaanya tidak dituruti, kemudian mereka ngamuk dengan menganiaya dan melakukan pengrusakan
Polisi yang mendapat laporan dari masyarakat kemudian mendatangi lokasi. Petugas langsung menangkap ratusan suporter dengan atribut pendukung tim bertajuk Bajul Ijo itu. Kesemuanya lalu digiring ke mapolres Kediri Kota
Hamim Gembel, selaku drijen bonek, membantah rekan-rekannya sudah melakukan pengerusakan truk dan menganiaya sopir serta kernet. Dia beralasan, pelaku utama adalah rombongan supporter yang sudah terlebih dahulu meninggalkan Kediri.
“Kami bukan pelakunya. Kami kloter terakhir. Saya yakin, pelaku utamanya adalah rombongan sebelum kami. Mereka sudah meninggalkan Kediri,” kata Hamim Gimbal.
Kapolres Kediri Kota AKBP Ratno Kuncoro mengatakan, ratusan suporter bola itu diamankan setelah berbuat ulah di jalan Perintis Kemerdekaan, kelurahan Ngronggo, kota Kediri. Mereka kemudian digiring ke mapolres Kediri Kota untuk dilakukan pendataan.
“Dua orang warga terluka akibat ulah mereka. Mereka kini dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara. Kaca mobil korban juga hancur setelah dipukuli. Kami mengamankan, karena mengancam keselamatan warga,” ujar kapolres Kediri Kota AKBP Ratno Kuncoro di Kantor Polres Kediri, seperti dilansir goal Kamis (21/2/2013).
Sebanyak 146 suporter bonek itu baru saja pulang dari Tulungagung. Mereka usai mendukung klub kesayangannya Persebaya Divisi Utama yang bertanding melawan tuan rumah Perseta Tulungagung. Dalam ajang kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia itu itu berakhir dengan skor imbang 1-1.
Saat dalam perjalanan pulang ke Surabaya mereka memaksa sopir truk untuk mengantar. Karena permintaanya tidak dituruti, kemudian mereka ngamuk dengan menganiaya dan melakukan pengrusakan
Polisi yang mendapat laporan dari masyarakat kemudian mendatangi lokasi. Petugas langsung menangkap ratusan suporter dengan atribut pendukung tim bertajuk Bajul Ijo itu. Kesemuanya lalu digiring ke mapolres Kediri Kota
Hamim Gembel, selaku drijen bonek, membantah rekan-rekannya sudah melakukan pengerusakan truk dan menganiaya sopir serta kernet. Dia beralasan, pelaku utama adalah rombongan supporter yang sudah terlebih dahulu meninggalkan Kediri.
“Kami bukan pelakunya. Kami kloter terakhir. Saya yakin, pelaku utamanya adalah rombongan sebelum kami. Mereka sudah meninggalkan Kediri,” kata Hamim Gimbal.
Singo Edan ancam terkam juara bertahan
Akhir pekan ini, publik bola Malang bakal disuguhi pertarungan seru
dan bermutu dua klub besar. Arema
Cronous akan menjamu juara bertahan
Indonesia Super League (ISL) Sriwijaya
FC (SFC). Pertandingan yang sudah tentu dibalut
gengsi sekaligus emosi jika melihat
beberapa faktor yang berkaitan dengan
dua kubu. Faktor pertama adalah rivalitas.
Arema Cronous sebagai klub yang
bernafsu menjuarai ISL musim ini tentu memandang SFC sebagai salah satu
seteru dalam perburuan gelar. Bagi
Arema, sang juara bertahan wajib
digulingkan jika ingin mengambil
keuntungan. Kedua tentu saja emosional sejumlah
sosok yang terlibat di laga itu. Sejumlah
pemain Arema pernah menjadi bagian
SFC, sebut saja pelatih Rahmad
Darmawan, Kayamba Gumbs, atau
Thierry Gathuesy. Laga ini tentu istimewa karena mereka bakal menghadapi
mantan timnya. Menilik pertemuan selama kedua klub,
hasilnya relatif berimbang. Klub berjuluk
Singo Edan pernah mengalahkan SFC
1-0 dalam program uji coba pada pra
musim lalu. Kemudian Laskar Wong Kito
membalas dengan menendang Arema dari babak semifinal Inter Island Cup (IIC)
di Solo. Secara umum, Arema sedikit di atas angin
karena pertandingan digelar di Stadion
Kanjuruhan yang selalu sulit bagi SFC.
''Sriwijaya FC tetap tim bagus dan kuat.
Saya sangat menikmati pertandingan
melawan mereka. Saya tetap profesional dan ingin Arema yang menang,” kata
Kayamba Gumbs. Gumbs adalah pemain paling legendaris
di Palembang. Lima musim di sana, dia
memberikan sejumlah gelar untuk Laskar
Wong Kito. Tak heran jika menghadapi
SFC menjadi momen istimewa bagi
Gumbs yang musim lalu sempat dibawa Rahmad Darmawan ke Pelita Jaya
sebelum bergabung Arema. Melihat kans kedua kubu yang sama-
sama mencatat kemenangan di laga
sebelumnya, Arema memang pantas
diunggulkan. Catatan kandang Singo
Edan sangat mengesankan, dengan 14
gol dari empat pertandingan kandang. Itu merupakan produktivitas terbaik klub ISL
di kandang sejauh ini. Pelatih Arema Rahmad Darmawan pun
tak ragu menyebut SFC bakal menjadi
salah satu lawan terberat Arema musim
ini. ''Sriwijaya FC matang secara mental
dan permainan. Kami harus benar-benar
fokus menghadapi mereka walau selama ini cukup bagus di pertandingan
kandang,” cetus RD, sapaan akrab
Rahmad Darmawan. Terbukti telah menjungkalkan Mitra Kukar
di Malang, rasanya SFC juga bakal
menjadi korban berikutnya. Hanya
kesialan luar biasa yang bisa membuat
Singo Edan kehilangan angka di depan
Aremania. Apalagi penampilan SFC juga belum benar-benar mapan di awal ISL
musim ini. Sementara itu, pada pertandingan
Minggu (24/2) nanti, rencananya bakal
ada 'pertunjukan' anyar dari suporter
Aremania. Jika selama ini Aremania suka
menyalakan flare atau kembang api di
tribun, kali ini agak berbeda. Aremania bakal membawa senter untuk dinyalakan
secara bersamaan di stadion. Flare sendiri dianggap membahayakan
dan dilarang dalam Manual Liga. Selain
api yang bisa memicu kebakaran,
asapnya juga bisa menganggu
pertandingan di lapangan. Stasion
Kanjuruhan pernah diliputi asap hingga laga dihentikan. Atas dasar itulah muncul
inisiatif membawa senter dan ide itu
disebarkan melalui dunia maya sekaligus
dari mulut ke mulut.
dan bermutu dua klub besar. Arema
Cronous akan menjamu juara bertahan
Indonesia Super League (ISL) Sriwijaya
FC (SFC). Pertandingan yang sudah tentu dibalut
gengsi sekaligus emosi jika melihat
beberapa faktor yang berkaitan dengan
dua kubu. Faktor pertama adalah rivalitas.
Arema Cronous sebagai klub yang
bernafsu menjuarai ISL musim ini tentu memandang SFC sebagai salah satu
seteru dalam perburuan gelar. Bagi
Arema, sang juara bertahan wajib
digulingkan jika ingin mengambil
keuntungan. Kedua tentu saja emosional sejumlah
sosok yang terlibat di laga itu. Sejumlah
pemain Arema pernah menjadi bagian
SFC, sebut saja pelatih Rahmad
Darmawan, Kayamba Gumbs, atau
Thierry Gathuesy. Laga ini tentu istimewa karena mereka bakal menghadapi
mantan timnya. Menilik pertemuan selama kedua klub,
hasilnya relatif berimbang. Klub berjuluk
Singo Edan pernah mengalahkan SFC
1-0 dalam program uji coba pada pra
musim lalu. Kemudian Laskar Wong Kito
membalas dengan menendang Arema dari babak semifinal Inter Island Cup (IIC)
di Solo. Secara umum, Arema sedikit di atas angin
karena pertandingan digelar di Stadion
Kanjuruhan yang selalu sulit bagi SFC.
''Sriwijaya FC tetap tim bagus dan kuat.
Saya sangat menikmati pertandingan
melawan mereka. Saya tetap profesional dan ingin Arema yang menang,” kata
Kayamba Gumbs. Gumbs adalah pemain paling legendaris
di Palembang. Lima musim di sana, dia
memberikan sejumlah gelar untuk Laskar
Wong Kito. Tak heran jika menghadapi
SFC menjadi momen istimewa bagi
Gumbs yang musim lalu sempat dibawa Rahmad Darmawan ke Pelita Jaya
sebelum bergabung Arema. Melihat kans kedua kubu yang sama-
sama mencatat kemenangan di laga
sebelumnya, Arema memang pantas
diunggulkan. Catatan kandang Singo
Edan sangat mengesankan, dengan 14
gol dari empat pertandingan kandang. Itu merupakan produktivitas terbaik klub ISL
di kandang sejauh ini. Pelatih Arema Rahmad Darmawan pun
tak ragu menyebut SFC bakal menjadi
salah satu lawan terberat Arema musim
ini. ''Sriwijaya FC matang secara mental
dan permainan. Kami harus benar-benar
fokus menghadapi mereka walau selama ini cukup bagus di pertandingan
kandang,” cetus RD, sapaan akrab
Rahmad Darmawan. Terbukti telah menjungkalkan Mitra Kukar
di Malang, rasanya SFC juga bakal
menjadi korban berikutnya. Hanya
kesialan luar biasa yang bisa membuat
Singo Edan kehilangan angka di depan
Aremania. Apalagi penampilan SFC juga belum benar-benar mapan di awal ISL
musim ini. Sementara itu, pada pertandingan
Minggu (24/2) nanti, rencananya bakal
ada 'pertunjukan' anyar dari suporter
Aremania. Jika selama ini Aremania suka
menyalakan flare atau kembang api di
tribun, kali ini agak berbeda. Aremania bakal membawa senter untuk dinyalakan
secara bersamaan di stadion. Flare sendiri dianggap membahayakan
dan dilarang dalam Manual Liga. Selain
api yang bisa memicu kebakaran,
asapnya juga bisa menganggu
pertandingan di lapangan. Stasion
Kanjuruhan pernah diliputi asap hingga laga dihentikan. Atas dasar itulah muncul
inisiatif membawa senter dan ide itu
disebarkan melalui dunia maya sekaligus
dari mulut ke mulut.
Akibat Konflik, SFC Kehilangan Rp.900 Juta
Mencuatnya konflik yang melibatkan pelatih Kas Hartadi dan Manajer Robert Heri ternyata memberikan dampak besar bagi Sriwijaya FC. Bahkan tim Laskar Wong Kito langsung kehilangan dana Rp 900 juta, kemarin.
“Hari ini (kemarin, Red) seharusnya SFC mendapatkan dana sponsor Rp 900 juta. Tetapi akhirnya dibatalkan, karena mencuatnya permasalahan antara Kas Hartadi dan Robert Heri,” ujar Direktur Keuangan dan Marketing PT SOM Augie Bunyamin didampingi sekretaris perusahaan Faisal Mursyid dengan nada kesal.
Pria yang juga Direktur hotel Swarna Dwipa ini menjelaskan, Sriwijaya FC telah melakukan komunikasi dan melobi Bank BNI untuk menjadi sponsor. “Semuanya telah disepakati, dan rencananya hari ini (kemarin, Red) tanda tangan kontrak. Tetapi tiba-tiba datang tiga orang Direktur dari Bank BNI dan menyatakan penundaan kerjasama tersebut,” keluh Augie.
Dana tersebut, diungkapkannya sangat dibutuhkan Sriwijaya FC. “Rencananya uang tersebut akan digunakan untuk membiayai perjalanan tim dalam laga tandang lawan Arema dan Gresik United. Semuanya kini telah pupus,” bebernya.
Untuk itu, Manajemen Sriwijaya FC memanggil pelatih Kas Hartadi untuk mencari solusi terbaik atas persoalan internal yang mencuat ke publik. Pertemuan tersebut diharapkan menjadi akhir dari suasana ‘panas’ antara Kas Hartadi dengan Robert Heri.
“Malam ini (kemarin, Red) saya akan panggil Kas Hartadi. Saya ingin mengetahui apa keinginan Kas, jadi bisa ada solusi terbaik,” ucap Augie.
Augie menegaskan, dirinya perlu memberikan klarifikasi kepada publik agar informasi yang berkembang tidak semakin liar. Augie yang turut hadir dalam rapat evaluasi, Senin (18/02) sore tersebut membeberkan bahwa Robert Heri hanya memberikan beberapa pertanyaan kepada pelatih demi kebaikan tim kedepan.
“Pak Robert bertanya soal cederanya tiga pemain inti, Tantan, Ramdani, dan Fakhrudin, sehingga bagaimana nanti ketika melawan Arema. Selain itu ada juga pertanyaan soal Diogo yang dicadangkan. Soalnya Manajemen dituntut untuk tetap menjaga Sriwijaya FC dalam koridor juara, jadi saya pikir pertanyaan-pertanyaan seperti itu wajar-wajar saja,” imbuh Augie.
Augie cukup kesal karena beredar informasi kalau kurang moncernya performa Tantan dan kawan-kawan karena masalah keuangan, khususnya bonus juara Inter Island Cup (IIC) 2012 lalu, serta keterlambatan gaji.
Sebagai Direktur Keuangan, Augie merasa terusik dan kecewa. Bonus IIC memang telah cair dari PT Liga Indonesia sebesar Rp 120 juta, tapi telah digunakan untuk membiayai tim pada babak semi final dan final IIC tersebut, yang butuh dana sekitar Rp 220 juta.
“Memang benar itu, tapi bisakan jadi alasan masalah tersebut membuat performa tim jadi jelek. Soalnya PSPS, Persiwa Wamena, serta hampir seluruh tim lainnya justru punya beban utang 7 bulan gaji kepada para pemainnya, buktinya permainannya tetap stabil,” urai Augie.
Menurut Augie, Sriwijaya FC saat ini masih dalam kondisi krisis keuangan dan sangat membutuhkan sosok Robert Heri. Soalnya pria yang juga Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Sumsel ini sukses menggaet banyak sponsor.
“Kalau ada 10 orang seperti pak Robert Heri, Manajemen akan tenang. Saat ini saja pak Robert Heri telah berhasil menggaet 5 perusahaan besar untuk menjadi bapak asuh bagi para pemain,” katanya.
Ditegaskan pria berambut cepak ini, pihaknya akan menindak tegas jika ada pihak-pihak tertentu yang ingin menggembosi Sriwijaya FC. “Bisa saja ada yang memberikan bisikan menyesatkan kepada Kas Hartadi untuk merusak nama baik Sriwijaya FC. Kas untuk saat ini belum ada rencana untuk disanksi, tetapi tentu harus diperjelas semua duduk persoalannya,” pungkasnya.
“Hari ini (kemarin, Red) seharusnya SFC mendapatkan dana sponsor Rp 900 juta. Tetapi akhirnya dibatalkan, karena mencuatnya permasalahan antara Kas Hartadi dan Robert Heri,” ujar Direktur Keuangan dan Marketing PT SOM Augie Bunyamin didampingi sekretaris perusahaan Faisal Mursyid dengan nada kesal.
Pria yang juga Direktur hotel Swarna Dwipa ini menjelaskan, Sriwijaya FC telah melakukan komunikasi dan melobi Bank BNI untuk menjadi sponsor. “Semuanya telah disepakati, dan rencananya hari ini (kemarin, Red) tanda tangan kontrak. Tetapi tiba-tiba datang tiga orang Direktur dari Bank BNI dan menyatakan penundaan kerjasama tersebut,” keluh Augie.
Dana tersebut, diungkapkannya sangat dibutuhkan Sriwijaya FC. “Rencananya uang tersebut akan digunakan untuk membiayai perjalanan tim dalam laga tandang lawan Arema dan Gresik United. Semuanya kini telah pupus,” bebernya.
Untuk itu, Manajemen Sriwijaya FC memanggil pelatih Kas Hartadi untuk mencari solusi terbaik atas persoalan internal yang mencuat ke publik. Pertemuan tersebut diharapkan menjadi akhir dari suasana ‘panas’ antara Kas Hartadi dengan Robert Heri.
“Malam ini (kemarin, Red) saya akan panggil Kas Hartadi. Saya ingin mengetahui apa keinginan Kas, jadi bisa ada solusi terbaik,” ucap Augie.
Augie menegaskan, dirinya perlu memberikan klarifikasi kepada publik agar informasi yang berkembang tidak semakin liar. Augie yang turut hadir dalam rapat evaluasi, Senin (18/02) sore tersebut membeberkan bahwa Robert Heri hanya memberikan beberapa pertanyaan kepada pelatih demi kebaikan tim kedepan.
“Pak Robert bertanya soal cederanya tiga pemain inti, Tantan, Ramdani, dan Fakhrudin, sehingga bagaimana nanti ketika melawan Arema. Selain itu ada juga pertanyaan soal Diogo yang dicadangkan. Soalnya Manajemen dituntut untuk tetap menjaga Sriwijaya FC dalam koridor juara, jadi saya pikir pertanyaan-pertanyaan seperti itu wajar-wajar saja,” imbuh Augie.
Augie cukup kesal karena beredar informasi kalau kurang moncernya performa Tantan dan kawan-kawan karena masalah keuangan, khususnya bonus juara Inter Island Cup (IIC) 2012 lalu, serta keterlambatan gaji.
Sebagai Direktur Keuangan, Augie merasa terusik dan kecewa. Bonus IIC memang telah cair dari PT Liga Indonesia sebesar Rp 120 juta, tapi telah digunakan untuk membiayai tim pada babak semi final dan final IIC tersebut, yang butuh dana sekitar Rp 220 juta.
“Memang benar itu, tapi bisakan jadi alasan masalah tersebut membuat performa tim jadi jelek. Soalnya PSPS, Persiwa Wamena, serta hampir seluruh tim lainnya justru punya beban utang 7 bulan gaji kepada para pemainnya, buktinya permainannya tetap stabil,” urai Augie.
Menurut Augie, Sriwijaya FC saat ini masih dalam kondisi krisis keuangan dan sangat membutuhkan sosok Robert Heri. Soalnya pria yang juga Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Sumsel ini sukses menggaet banyak sponsor.
“Kalau ada 10 orang seperti pak Robert Heri, Manajemen akan tenang. Saat ini saja pak Robert Heri telah berhasil menggaet 5 perusahaan besar untuk menjadi bapak asuh bagi para pemain,” katanya.
Ditegaskan pria berambut cepak ini, pihaknya akan menindak tegas jika ada pihak-pihak tertentu yang ingin menggembosi Sriwijaya FC. “Bisa saja ada yang memberikan bisikan menyesatkan kepada Kas Hartadi untuk merusak nama baik Sriwijaya FC. Kas untuk saat ini belum ada rencana untuk disanksi, tetapi tentu harus diperjelas semua duduk persoalannya,” pungkasnya.
Roman Chamelo ke Sriwijaya fc, Disiapkan Lawan Arema?
Roman Chmelo, ikon Arema di medio 2009/10 yang musim ini timnya tengah dilanda kegalauan nampaknya bakal menemukan klub. Adalah
Sriwjaya FC yang membidik pemain kelahiran Nova Bana Slovakia ini.
Dibidiknya Roman tidak terlepas dari kondisi Arema IPL Nursalam yang sedang bubar menyusul tidak adanya investor, selain itu Roman diproyeksikan menggantikan Erick Weeks Lewis yang saat ini tidak kunjung mendapatkan ijin tinggal di Indonesia.
Kas Hartadi yang coba dihubungi WEAREMANIA tidak
memberikan respon apapun terkait kebenaran berita
ini, wajar karena bisa jadi pelatih Sriwijaya FC ini sedang dilanda kegalauan menyusul konflik internal antara manajemen dengan dirinya, sehingga bisa jadi dia tidak mengangkat telpon dari kami.
Sementara itu, dari keterangan Satria Bagja, dirinya
menerima kabar jika minggu nanti Roman Chmelo akan
dimainkan oleh Sriwijaya FC. Meski pendaftaran sudah
ditutup, namun adanya force majeur pemain yang
didaftarkan tidak ada izin tinggal, maka hal ini
dibolehkan.
"Kalaupun itu terjadi, kita harus waspada, dia pemain
yang berpengalaman," urai Satria Bagja
Sriwjaya FC yang membidik pemain kelahiran Nova Bana Slovakia ini.
Dibidiknya Roman tidak terlepas dari kondisi Arema IPL Nursalam yang sedang bubar menyusul tidak adanya investor, selain itu Roman diproyeksikan menggantikan Erick Weeks Lewis yang saat ini tidak kunjung mendapatkan ijin tinggal di Indonesia.
Kas Hartadi yang coba dihubungi WEAREMANIA tidak
memberikan respon apapun terkait kebenaran berita
ini, wajar karena bisa jadi pelatih Sriwijaya FC ini sedang dilanda kegalauan menyusul konflik internal antara manajemen dengan dirinya, sehingga bisa jadi dia tidak mengangkat telpon dari kami.
Sementara itu, dari keterangan Satria Bagja, dirinya
menerima kabar jika minggu nanti Roman Chmelo akan
dimainkan oleh Sriwijaya FC. Meski pendaftaran sudah
ditutup, namun adanya force majeur pemain yang
didaftarkan tidak ada izin tinggal, maka hal ini
dibolehkan.
"Kalaupun itu terjadi, kita harus waspada, dia pemain
yang berpengalaman," urai Satria Bagja
Menurut Augie, Sriwijaya FC saat ini masih
dalam kondisi krisis keuangan dan sangat
membutuhkan sosok Robert Heri. Soalnya
pria yang juga Kepala Dinas Pertambangan
dan Energi Provinsi Sumsel ini sukses
menggaet banyak sponsor.
“Kalau ada 10 orang seperti pak Robert
Heri, Manajemen akan tenang. Saat ini saja
pak Robert Heri telah berhasil menggaet 5
perusahaan besar untuk menjadi bapak
asuh bagi para pemain,” katanya.
Ditegaskan pria berambut cepak ini,
pihaknya akan menindak tegas jika ada
pihak-pihak tertentu yang ingin
menggembosi Sriwijaya FC. “Bisa saja ada
yang memberikan bisikan menyesatkan
kepada Kas Hartadi untuk merusak nama
baik Sriwijaya FC. Kas untuk saat ini belum
ada rencana untuk disanksi, tetapi tentu
harus diperjelas semua duduk
persoalannya,” pungkasnya.
dalam kondisi krisis keuangan dan sangat
membutuhkan sosok Robert Heri. Soalnya
pria yang juga Kepala Dinas Pertambangan
dan Energi Provinsi Sumsel ini sukses
menggaet banyak sponsor.
“Kalau ada 10 orang seperti pak Robert
Heri, Manajemen akan tenang. Saat ini saja
pak Robert Heri telah berhasil menggaet 5
perusahaan besar untuk menjadi bapak
asuh bagi para pemain,” katanya.
Ditegaskan pria berambut cepak ini,
pihaknya akan menindak tegas jika ada
pihak-pihak tertentu yang ingin
menggembosi Sriwijaya FC. “Bisa saja ada
yang memberikan bisikan menyesatkan
kepada Kas Hartadi untuk merusak nama
baik Sriwijaya FC. Kas untuk saat ini belum
ada rencana untuk disanksi, tetapi tentu
harus diperjelas semua duduk
persoalannya,” pungkasnya.
Liverpool [3 - 1] Zenit St. Petersburg
Goals:
19' [0 - 1] Hulk
28' [1 - 1] L. Suarez
43' [2 - 1] J. Allen
59' [3 - 1] L. Suarez
*Agregat (3-3)
Liverpool dipastikan tidak lolos ke babak
selanjutnya karena kalah agregat Goal tandang...
Goals:
19' [0 - 1] Hulk
28' [1 - 1] L. Suarez
43' [2 - 1] J. Allen
59' [3 - 1] L. Suarez
*Agregat (3-3)
Liverpool dipastikan tidak lolos ke babak
selanjutnya karena kalah agregat Goal tandang...
JADWAL PERTANDINGAN HARI INI, Jumat 22 Feb 2013
• ISL
PERSIDAFON vs PERSIPURA 13.30 wib not live
PERSIRAM vs PERSIWA 13.30 wib not live
• DIVISI UTAMA
PERSIKU vs PERSITARA 15.30 wib live Tvone
•IPL
Persijap vs Persija Palsu 15.30 ( live trans8 )
PERSIDAFON vs PERSIPURA 13.30 wib not live
PERSIRAM vs PERSIWA 13.30 wib not live
• DIVISI UTAMA
PERSIKU vs PERSITARA 15.30 wib live Tvone
•IPL
Persijap vs Persija Palsu 15.30 ( live trans8 )
Foday Pasrah Sepupunya Dipecat
Sepupu Foday Eddie Boakay, Striker Sriwijaya FC (SFC), sekaligus teman tandemnya di SFC, Erick Weeks Lewis, sudah resmi dipecat SFC, akibat rumitnya pengurusan kitas erick yang menemui jalan buntu baik di Singapura dan Malaysia. Setelah beberapa tahun merasakan duet bersama Erick di Persiwa Wamena di musim-musim sebelumnya, kini Foday pasrah harus terpisah.
“Saya tidak bisa berbuat apa-apa, saya sedih. Mungkin tuhan berkehendak lain terhadap masalah Erick ini,” kata Foday, kepada Palembangdotkom, Rabu siang (20/2/2013).
Foday tidak mau menyalahkan manajemen SFC, karena Foday menilai, manajemen sudah berusaha maksimal bahkan mondar-mandir ke luar negeri demi mengurusi kitas Erick agar dapat bermain bersama SFC. “Tapi, saya mau fokus ke SFC saja, agar SFC bisa terus menang ke depan,” janji Foday.
Seperti diketahui, rumitnya penyelesaian pengurusan Kitas Erick ini, karena pertama, Erick merupakan warga negara Liberia, negara Liberia salah satu negara di Afrika yang di blacklist oleh Negara Singapura dan Malaysia tempat pengurusan kitas Erick, karena beberapa negara di Afrika terkenal dengan tindak kriminal seperti penyelundupan narkoba dan lainnya. Selain itu, dualisme PSSI – KPSI juga membuat pihak imigrasi di Jakarta dinilai manajemen SFC terkesan mempersulit izin pemain ISL masuk ke Indonesia.
“Saya tidak bisa berbuat apa-apa, saya sedih. Mungkin tuhan berkehendak lain terhadap masalah Erick ini,” kata Foday, kepada Palembangdotkom, Rabu siang (20/2/2013).
Foday tidak mau menyalahkan manajemen SFC, karena Foday menilai, manajemen sudah berusaha maksimal bahkan mondar-mandir ke luar negeri demi mengurusi kitas Erick agar dapat bermain bersama SFC. “Tapi, saya mau fokus ke SFC saja, agar SFC bisa terus menang ke depan,” janji Foday.
Seperti diketahui, rumitnya penyelesaian pengurusan Kitas Erick ini, karena pertama, Erick merupakan warga negara Liberia, negara Liberia salah satu negara di Afrika yang di blacklist oleh Negara Singapura dan Malaysia tempat pengurusan kitas Erick, karena beberapa negara di Afrika terkenal dengan tindak kriminal seperti penyelundupan narkoba dan lainnya. Selain itu, dualisme PSSI – KPSI juga membuat pihak imigrasi di Jakarta dinilai manajemen SFC terkesan mempersulit izin pemain ISL masuk ke Indonesia.
Mencuatnya konflik yang melibatkan
pelatih Kas Hartadi dan Manajer Robert Heri
ternyata memberikan dampak besar bagi
Sriwijaya FC. Bahkan tim Laskar Wong Kito
langsung kehilangan dana Rp 900 juta,
kemarin. “Hari ini (kemarin, Red) seharusnya
SFC mendapatkan dana sponsor Rp 900 juta.
Tetapi akhirnya dibatalkan, karena
mencuatnya permasalahan antara Kas Hartadi
dan Robert Heri,” ujar Direktur Keuangan dan
Marketing PT SOM Augie Bunyamin
didampingi sekretaris perusahaan Faisal
Mursyid dengan nada kesal.
Pria yang juga Direktur hotel Swarna Dwipa
ini menjelaskan, Sriwijaya FC telah
melakukan komunikasi dan melobi Bank
BNI untuk menjadi sponsor. “Semuanya
telah disepakati, dan rencananya hari ini
(kemarin, Red) tanda tangan kontrak. Tetapi
tiba-tiba datang tiga orang Direktur dari
Bank BNI dan menyatakan penundaan
kerjasama tersebut,” keluh Augie.
Dana tersebut, diungkapkannya sangat
dibutuhkan Sriwijaya FC. “Rencananya uang
tersebut akan digunakan untuk membiayai
perjalanan tim dalam laga tandang lawan
Arema dan Gresik United. Semuanya kini
telah pupus,” bebernya.
Untuk itu, Manajemen Sriwijaya FC
memanggil pelatih Kas Hartadi untuk
mencari solusi terbaik atas persoalan
internal yang mencuat ke publik. Pertemuan
tersebut diharapkan menjadi akhir dari
suasana ‘panas’ antara Kas Hartadi dengan
Robert Heri.
“Malam ini (kemarin, Red) saya akan panggil
Kas Hartadi. Saya ingin mengetahui apa
keinginan Kas, jadi bisa ada solusi terbaik,”
ucap Augie.
pelatih Kas Hartadi dan Manajer Robert Heri
ternyata memberikan dampak besar bagi
Sriwijaya FC. Bahkan tim Laskar Wong Kito
langsung kehilangan dana Rp 900 juta,
kemarin. “Hari ini (kemarin, Red) seharusnya
SFC mendapatkan dana sponsor Rp 900 juta.
Tetapi akhirnya dibatalkan, karena
mencuatnya permasalahan antara Kas Hartadi
dan Robert Heri,” ujar Direktur Keuangan dan
Marketing PT SOM Augie Bunyamin
didampingi sekretaris perusahaan Faisal
Mursyid dengan nada kesal.
Pria yang juga Direktur hotel Swarna Dwipa
ini menjelaskan, Sriwijaya FC telah
melakukan komunikasi dan melobi Bank
BNI untuk menjadi sponsor. “Semuanya
telah disepakati, dan rencananya hari ini
(kemarin, Red) tanda tangan kontrak. Tetapi
tiba-tiba datang tiga orang Direktur dari
Bank BNI dan menyatakan penundaan
kerjasama tersebut,” keluh Augie.
Dana tersebut, diungkapkannya sangat
dibutuhkan Sriwijaya FC. “Rencananya uang
tersebut akan digunakan untuk membiayai
perjalanan tim dalam laga tandang lawan
Arema dan Gresik United. Semuanya kini
telah pupus,” bebernya.
Untuk itu, Manajemen Sriwijaya FC
memanggil pelatih Kas Hartadi untuk
mencari solusi terbaik atas persoalan
internal yang mencuat ke publik. Pertemuan
tersebut diharapkan menjadi akhir dari
suasana ‘panas’ antara Kas Hartadi dengan
Robert Heri.
“Malam ini (kemarin, Red) saya akan panggil
Kas Hartadi. Saya ingin mengetahui apa
keinginan Kas, jadi bisa ada solusi terbaik,”
ucap Augie.
Fakta unik sepakbola dunia.
1. 20 kartu merah dikeluarkan di sebuah pertandingan Sportivo Ameliano vs General Caballero (Paraguay) thn 1993
2. Klub ASEC Abidjan (Pantai Gading) tak tekalahkan selama 108 games dari thn 1989 – 1994!
3. Carlos Caszely (pemain Chili) adalah pemain yang terkena kartu merah pertama di Piala Dunia, tgl, 14 Juni 1974
4. Timnas negara Eropa selalu mencapai final di setiap gelaran Piala Dunia, kecuali tahun 1930 dan 1950
5. Kiper Arthur Wharton adalah pemain profesional berkulit hitam pertama. Dia lahir di Ghana dan bermain untuk tim liga Inggris Rotherham United tahun 1889
6. Tahun 1950, India menarik diri dari Piala Dunia karena tidak diijinkan bermain tanpa alas kaki
7. Tahun 1954, Turki kalah dari Spanyol saat kualifikasi Piala Dunia karena batang jerami. Pemain Italia Franco Gemma menutup matanya dan mengambil batang jerami dan dinyatakan sebagai pemenang pertandingan
8. Tahun 1957, hanya tersisa 30 menit, Charlton Athletic berhasil membalikkan skor dari ketinggalan 5-1 atas Huddersfield Town menjadi kemenangan 7-6!
9. Tahun 1968, Penarol (klub Paraguay) hanya kemasukan 5 gol dalam 18 pertandingan liga dan tak terkalahkan sepanjang musim!
10. Tahun 1996, George Weah membayar sendiri kaos dan gaji pemain (sekaligus teammates) Timnas Liberia
11.Tahun 1997, pemain internasional Nigeria, Celestine Babayaro mengalami patah kaki saat merayakan gol pada pertandingan debut preseason bersama Chelsea
12. Tahun 1998, wasit Inggris Martin Sylvester mengeluarkan dirinya sendiri dengan kartu merah sesaat setelah memukul seorang pemain pada pertandingan The Andover dan District Sunday!
13. Tahun 1999, pelatih Leganes, Enrique Martin mendapat hukuman 10 kali pertandingan setelah berlari mendekati pemain lawan yang mencetak gol
14. Skor Terbesar Di Dunia Dalam Pertandingan Internasional adalah 31-0. Yang Bertanding adalah Timnas Australia melawan Timnas Samoa Amerika
2. Klub ASEC Abidjan (Pantai Gading) tak tekalahkan selama 108 games dari thn 1989 – 1994!
3. Carlos Caszely (pemain Chili) adalah pemain yang terkena kartu merah pertama di Piala Dunia, tgl, 14 Juni 1974
4. Timnas negara Eropa selalu mencapai final di setiap gelaran Piala Dunia, kecuali tahun 1930 dan 1950
5. Kiper Arthur Wharton adalah pemain profesional berkulit hitam pertama. Dia lahir di Ghana dan bermain untuk tim liga Inggris Rotherham United tahun 1889
6. Tahun 1950, India menarik diri dari Piala Dunia karena tidak diijinkan bermain tanpa alas kaki
7. Tahun 1954, Turki kalah dari Spanyol saat kualifikasi Piala Dunia karena batang jerami. Pemain Italia Franco Gemma menutup matanya dan mengambil batang jerami dan dinyatakan sebagai pemenang pertandingan
8. Tahun 1957, hanya tersisa 30 menit, Charlton Athletic berhasil membalikkan skor dari ketinggalan 5-1 atas Huddersfield Town menjadi kemenangan 7-6!
9. Tahun 1968, Penarol (klub Paraguay) hanya kemasukan 5 gol dalam 18 pertandingan liga dan tak terkalahkan sepanjang musim!
10. Tahun 1996, George Weah membayar sendiri kaos dan gaji pemain (sekaligus teammates) Timnas Liberia
11.Tahun 1997, pemain internasional Nigeria, Celestine Babayaro mengalami patah kaki saat merayakan gol pada pertandingan debut preseason bersama Chelsea
12. Tahun 1998, wasit Inggris Martin Sylvester mengeluarkan dirinya sendiri dengan kartu merah sesaat setelah memukul seorang pemain pada pertandingan The Andover dan District Sunday!
13. Tahun 1999, pelatih Leganes, Enrique Martin mendapat hukuman 10 kali pertandingan setelah berlari mendekati pemain lawan yang mencetak gol
14. Skor Terbesar Di Dunia Dalam Pertandingan Internasional adalah 31-0. Yang Bertanding adalah Timnas Australia melawan Timnas Samoa Amerika
Menyambut Kemenangan ISL di Resmikan, KPSI dibubarkan ?
Hari ini bapak La nyalla Berkantor di PSSI djohar !!
ISL sudah pasti di Resmikan, sedangkan pemain ISL pasti memenuhi panggilan Timnas Indonesia.
*Untuk Mafia-Mafia rekan-rekan djohar mungkin bakal di Tendang La Nyalla biar tidak ada ganggu-ganggu ISL lagi.
La Nyalla menyatakan, kehadirannya di PSSI dalam kapasitasnya sebagai anggota Eksekutif Komite (Exco) PSSI. "Setelah salat Jumat, saya ke PSSI. Harusnya saya kembali sejak tanggal 7 Juni kemarin.
La Nyalla bersama dipecat tiga anggota exco lainnya, yakni Tonny Apriliani, Erwin Dwi Budiawan dan Robertho Rouw dipecat PSSI Djohar. Tapi berdasarkan Memorandum of Understanding (MoU) di Kuala Lumpur pada tanggal 7 Juni, keempatnya harus kembali ke PSSI.
Pengembalian 4 Exco ini juga kembali dipertegas oleh surat FIFA pada tanggal 18 Desember 2012 dan 13 Februari lalu. Terkait surat pada 13 Februari itu juga ditegaskan bahwa PSSI harus melaksanakan kongres dengan peserta kongres Solo Juli 2011.
ISL sudah pasti di Resmikan, sedangkan pemain ISL pasti memenuhi panggilan Timnas Indonesia.
*Untuk Mafia-Mafia rekan-rekan djohar mungkin bakal di Tendang La Nyalla biar tidak ada ganggu-ganggu ISL lagi.
La Nyalla menyatakan, kehadirannya di PSSI dalam kapasitasnya sebagai anggota Eksekutif Komite (Exco) PSSI. "Setelah salat Jumat, saya ke PSSI. Harusnya saya kembali sejak tanggal 7 Juni kemarin.
La Nyalla bersama dipecat tiga anggota exco lainnya, yakni Tonny Apriliani, Erwin Dwi Budiawan dan Robertho Rouw dipecat PSSI Djohar. Tapi berdasarkan Memorandum of Understanding (MoU) di Kuala Lumpur pada tanggal 7 Juni, keempatnya harus kembali ke PSSI.
Pengembalian 4 Exco ini juga kembali dipertegas oleh surat FIFA pada tanggal 18 Desember 2012 dan 13 Februari lalu. Terkait surat pada 13 Februari itu juga ditegaskan bahwa PSSI harus melaksanakan kongres dengan peserta kongres Solo Juli 2011.
La Nyalla : Djohar juga mendukung Pemecatan Halim Mahfudz. !!
Sekretaris jenderal PSSI versi KLB Solo, Halim Mahfudz, dianggap memperkeruh situasi sepak bola nasional. Baik kubu Djohar maupun La Nyalla Mattalitti sepakat mendepaknya.
Di saat kedua pihak sudah sepakat menjalankan kongres sesuai MoU Juni 2012 yang telah ditandatangani dihadapan FIFA dan AFC, masih ada pihak yang kurang puas dengan perkembangan yang sudah menuju ke arah yang positif itu.
Sehari setelah kedua pihak menyatakan sepakat menggelar Kongres Biasa PSSI, Halim mengatakan akan menemui FIFA dan AFC untuk mempertanyakan alasan digelarnya kongres tersebut.
Ketua umum PSSI versi KLB Ancol, La Nyalla Mattalitti, mendukung kubu PSSI versi KLB Solo pimpinan Djohar, yang ingin mendepak Halim. Ide ini akan dikemukakannya dalam rapat Komite Eksekutif.
“Saya nanti akan usulkan memecat Halim Mahfudz karena tidak kredibel,” katanya saat dihubungi INILAH.COM, Kamis (21/2/13).
La Nyalla, yang sebelumnya menjabat sebagai anggota Komite Eksekutif bersama Toni Aprilani, Roberto Rouw dan Erwin Dwi Budiawan, dipecat Djohar karena berseberangan pandangan.
Salah satu poin MoU Juni 2012 adalah pengembalian jabatan keempatnya namun keempatnya justru menolak. Alasannya, PSSI pimpinan Djohar Arifin Husin masih belum melaksanakan kesepakatan yang telah dijalani, utamanya penyelenggaraan kongres.
Kini setelah Djohar sepakat menggelar Kongres Biasa PSSI pada 17 Maret 2013 dengan peserta mengacu pada peserta Kongres Luar Biasa Solo 2011, La Nyalla dkk bersedia kembali ke kubu Djohar.
Sebelumnya, Direktur Media PSSI versi KLB Solo, Tommy Arief, menilai sikap Halim Mahfudz mempermalukan PSSI secara internal maupun eksternal.
“Halim harus segera dipecat, karena semua tindakannya mempermalukan dan merusak PSSI sebagai organisasi terhormat,” katanya kepada wartawan.
“Patut diselidiki motivasi saudara Halim Mahfudz. Jangan-jangan dia memang sengaja merusak dan mempermalukan nama baik PSSI,” ia menambahkan.
Kata Tommy, Halim tidak memenuhi kualifikasi sebagai sekjen PSSI, seperti yang tertulis pada pasal 63 ayat 2 Statuta PSSI.
“'Dia tidak memenuhi standard profesional, karena sama sekali tidak memahami persoalan dan filosofi sepakbola. Sehingga semua tindakannya justru mempermalukan pssi baik internal maupun eksternal,” ia mengakhiri.
Di saat kedua pihak sudah sepakat menjalankan kongres sesuai MoU Juni 2012 yang telah ditandatangani dihadapan FIFA dan AFC, masih ada pihak yang kurang puas dengan perkembangan yang sudah menuju ke arah yang positif itu.
Sehari setelah kedua pihak menyatakan sepakat menggelar Kongres Biasa PSSI, Halim mengatakan akan menemui FIFA dan AFC untuk mempertanyakan alasan digelarnya kongres tersebut.
Ketua umum PSSI versi KLB Ancol, La Nyalla Mattalitti, mendukung kubu PSSI versi KLB Solo pimpinan Djohar, yang ingin mendepak Halim. Ide ini akan dikemukakannya dalam rapat Komite Eksekutif.
“Saya nanti akan usulkan memecat Halim Mahfudz karena tidak kredibel,” katanya saat dihubungi INILAH.COM, Kamis (21/2/13).
La Nyalla, yang sebelumnya menjabat sebagai anggota Komite Eksekutif bersama Toni Aprilani, Roberto Rouw dan Erwin Dwi Budiawan, dipecat Djohar karena berseberangan pandangan.
Salah satu poin MoU Juni 2012 adalah pengembalian jabatan keempatnya namun keempatnya justru menolak. Alasannya, PSSI pimpinan Djohar Arifin Husin masih belum melaksanakan kesepakatan yang telah dijalani, utamanya penyelenggaraan kongres.
Kini setelah Djohar sepakat menggelar Kongres Biasa PSSI pada 17 Maret 2013 dengan peserta mengacu pada peserta Kongres Luar Biasa Solo 2011, La Nyalla dkk bersedia kembali ke kubu Djohar.
Sebelumnya, Direktur Media PSSI versi KLB Solo, Tommy Arief, menilai sikap Halim Mahfudz mempermalukan PSSI secara internal maupun eksternal.
“Halim harus segera dipecat, karena semua tindakannya mempermalukan dan merusak PSSI sebagai organisasi terhormat,” katanya kepada wartawan.
“Patut diselidiki motivasi saudara Halim Mahfudz. Jangan-jangan dia memang sengaja merusak dan mempermalukan nama baik PSSI,” ia menambahkan.
Kata Tommy, Halim tidak memenuhi kualifikasi sebagai sekjen PSSI, seperti yang tertulis pada pasal 63 ayat 2 Statuta PSSI.
“'Dia tidak memenuhi standard profesional, karena sama sekali tidak memahami persoalan dan filosofi sepakbola. Sehingga semua tindakannya justru mempermalukan pssi baik internal maupun eksternal,” ia mengakhiri.
Langganan:
Postingan (Atom)


