Pages

Subscribe:

Labels

02/03/13

Do’a Sholat Tahajjud


Apabila Rosulullah SAW  shalat tahajud di waktu malam,
beliau membaca:
اَللّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُوْرُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ لَكَ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ مَلِكُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ، وَلَكَ الْحَمْدُ، أَنْتَ الْحَقُّ، وَوَعْدُكَ الْحَقُّ، وَقَوْلُكَ الْحَقُّ، وَلِقَاؤُكَ الْحَقُّ، وَالْجَنَّةُ حَقٌّ، وَالنَّارُ حَقٌّ، وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ، وَمُحَمَّدٌ حَقٌّ، وَالسَّاعَةُ حَقٌّ، اَللّهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ، وَبِكَ خَاصَمْتُ، وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ. فَاغْفِرْ لِيْ مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ، أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ، لاَ إِلٰهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَنْتَ إِلٰهِيْ لاَ إِلٰهَ إِلاَّ أَنْتَ

Do’a Sholat Tahajjud dibawah ini diambil dari Hadits Shahih Muslim
اَللّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُوْرُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ. وَلَكَ الْحَمْدُ. أَنْتَ قَيَّامُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ. وَلَكَ الْحَمْدُ. أَنْتَ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ. وَمَنْ فِيْهِنَّ. أَنْتَ الْحَقُّ. وَوَعْدُكَ الْحَقُّ. وَقَوْلُكَ الْحَقُّ. وَلِقَاؤُكَ حَقٌّ. وَالْجَنَّةُ حَقٌّ. وَالنَّارُ حَقٌّ. وَالسَّاعَةُ حَقٌّ. اَللّهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ. وَبِكَ آمَنْتُ. وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ. وَإِلَيْكَ أٰنَبْتُ. وَبِكَ خَاصَمْتُ. وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ. فَاغْفِرْ لِي. مَا قَدَّمْتُ وَأَخَّرْتُ. وَأَسْرَرْتُ وَأَعْلَنْتُ. أَنْتَ اِلٰهِي لاَ اِلٰهَ إِلاَّ أَنْتَ

Astaghfirullaahal’azhiim alladzii laa ilaaha illaa huwalhayyulqayyuumu wa atuubu ilaih. Allaahumma annta rabbi laa ilaaha illaa annta, khalaqtanii wa ana ‘abduka wa ana ‘alaa ‘ahdika wa wa’dika mastatha’tu a’uudzubika minsyarri maa shana’tu abuu’u laka bini’matika ‘alyya wa abuu’u bidzambii, faghfirlii fa’innahu laa yaghfirudzdzunuuba illaa annta. 

Rabbanaa aatinaa fiddun-yaa hasanatawwafil’aakhirati hasanatawwaqinaa ‘adzaabannaar. 
Allahumma lakalhamdu annta qayyimussamaawaati wal’ardhi wa manfiihinna wa lakalhamdu annta nuurussamaawaati wal’ardhi, wa lakalhamdu anntalhaqq wa wa’dukalhaqq, wa liqaa’uka haqq, wa qauluka haqq, waljannatu haqq, wannaaru haqq, wannabiyuuna haqq, wa muhammadun shallallaahu ‘alaihi wa sallam haqq, wassaa’atu haqq. Allaahumma laka aslamtu wa bika aamanntu wa ‘alaika tawakkaltu wa ilaika anabtu wa bika khaashamtu wa ilaika haakamtu faghfirlii maa qaddamtu wa maa akhkhartu wa maa asrartu wa maa a’lantu, anntalmuqaddimu wa anntalmu’akhkhiru laa ilaaha illaa annta wa laa ilaaha ghairuka wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah. 

Rabbi adkhilnii mudkhala shidqiwwa akhrijnii mukharaja shidqiwwaaj’allii milladungka sulthaanannashiiraa. 
Aku mohon ampun kepada Allah yang Maha Agung, yang tiada tuhan selain DIA sendiri. Yang Maha Hidup dan Yang Berdiri sendiri-Nya, serta aku bertaubat kepada-Nya.  
Ya Allah, Engkaulah Tuhanku, tiada Tuhan selain-Mu. Engkaulah yang menciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu, dan aku pun dalam ketentuan-Mu dan dalam janji-Mu, sesuai dengan kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari sejahat-jahat kelakuan. Aku mengakui kenikmatan yang kau limpahkan kepadaku dan aku mengakui pula akan dosa-dosa-ku. Maka ampunilah aku, karena tak ada yang dapat menerima taubat atas dosa-dosa-ku selain Engkau sendiri. 

Ya Tuhan kami, karuniakanlah kami kebaikan di dunia dan akhirat dan selamatkanlah kami dari siksa neraka. Ya Allah, bagi-Mu puja dan puji. Engkau-lah penguasa langit dan bumi dan apa-apa yang ada di dalam keduanya. Dan bagi-Mu pula puja dan puji, pancaran cahaya langit dan bumi. Bagi-Mu-lah puja dan puji itu, karena hanya Engkau-lah Yang Maha Besar, janji-Mu benar dan pertemuan dengan-Mu-pun benar pula. Firman-Mu benar dan surga-Mu-pun benar. Neraka benar dan para Nabi juga benar serta Nabi Muhammad saw juga benar dan hari kiamat itu benar. Ya Allah, kepada-Mu aku berserah diri dan dengan-Mu aku percaya. Kepada-Mu aku bertawakkal dan kepada-Mu aku akan kembali serta dengan-Mu aku rindu dan kepada-Mu aku berhukum. Ampunillah dosa-dosaku apa yang telah aku lakukan sebelumnya maupun yang terdahulu atau yang kemudian, yang kusembunyikan dan yang kunyatakan dengan terang-terangan. Engkau-lah tuhan yang terdahulu dan yang kemudian. Tiada Tuhan selain Engkau, tak ada daya dan upaya melainkan dengan-Mu ya Allah. (HR. Bukhari-Muslim) 

Ya Tuhanku (khusus do’a tahajjud) Masukkanlah aku melalui tempat masuk yang benar/baik, dan keluarkanlah aku melalui tempat keluar yang benar. Dan jadikanlah bagiku dari sisi-Mu kekuasaan yang dapat menolong. (Al-Isra’, 17:80)

Doa Setelah Sholat Dhuha


ALLAHUMMA INNADH DHUHA-A DHUHA-UKA, WAL BAHAA-A BAHAA-UKA, WAL JAMAALA JAMAALUKA, WAL QUWWATA QUWWATUKA, WAL QUDRATA QUDRATUKA, WAL ISHMATA ISHMATUKA. ALLAHUMA INKAANA RIZQI FIS SAMMA-I FA ANZILHU, WA INKAANA FIL ARDHI FA-AKHRIJHU, WA INKAANA MU’ASARAN FAYASSIRHU, WAINKAANA HARAAMAN FATHAHHIRHU, WA INKAANA BA’IDAN FA QARIBHU, BIHAQQIDUHAA-IKA WA BAHAAIKA, WA JAMAALIKA WA QUWWATIKA WA QUDRATIKA, AATINI MAA ATAITA ‘IBAADAKASH SHALIHIN.

Artinya: “Wahai Tuhanku, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagunan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Wahai Tuhanku, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang soleh”.

25 Hal Tentang Islam Yang Selalu Ditanyakan Oleh Rakyat Amerika


Masyarakat Amerika yang pluralistik tampaknya sedang berubah dari yang "bergerombol" menjadi lebih spesifik lagi, terutama terhadap ajaran ideologi. Namun, walaupun Islam adalah agama besar dengan lebih dari 1 milyar pengikut di seluruh dunia dan lebih dari 6 juta di Amerika Serikat, sebagian orang Amerika masih berpikir bahwa Islam adalah kultus.
ebagian meyakini bahwa semua muslim adalah teroris atau memiliki 4 orang istri. Para aktivis Islam di negeri itu pun sepakat, bahwa hal ini terjadi karena kesalahpahaman orang Amerika tentang Islam, dan itu dipicu karena kurangnya informasi yang benar tentang ajaran Islam.
Inilah daftar pertanyaan yang sering kali ditanyakan oleh orang Amerika selama ini:
  1. Apa itu Islam?
  2. Siapakah Allah?
  3. Siapakah Muslim itu?
  4. Siapa Muhammad?
  5. Apakah Muslim menyembah Muhammad?
  6. Apa Muslim berpikir tentang Yesus?
  7. Apakah umat Islam memiliki banyak sekte?
  8. Rukun-rukun Islam?
  9. Apa tujuan ibadah dalam Islam?
  10. Apakah Muslim percaya pada akhirat?
  11. Apakah tindakan baik non-Muslim akan sia-sia?
  12. Apa batasan pakaian bagi umat Islam?
  13. Makanan apa saja yang dilarang dalam Islam?
  14. Apa itu Jihad?
  15. Apa tahun Islam itu?
  16. Apa saja festival besar Islam?
  17. Apa itu Syariah?
  18. Apakah Islam disebarkan oleh pedang (melalui perang)?
  19. Apakah Islam mengajarkan kekerasan dan terorisme?
  20. Apa itu Fundamentalisme Islam?
  21. Apakah Islam mempromosikan poligami?
  22. Apakah Islam menindas perempuan?
  23. Apakah Islam toleran terhadap agama minoritas lainnya?
  24. Apa pandangan Islam tentang: kencan seks pranikah dan aborsi; homoseksualitas dan AIDS; eutanasia dan bunuh diri; transplantasi organ?
  25. Bagaimana seharusnya Muslim memperlakukan Yahudi dan Kristen?
Mungkin inilah peran besar kita semua untuk memberikan gambaran yang benar tentang Islam. Begitu banyak media Barat yang telah melakukan pemberitaan tentang Islam yang jauh dari kenyataan sebenarnya, sehingga orang-orang non-Islam menganggap Islam sesuatu yang harus dicurigai. (sa/ujm)

rukun iman


" Adapun rukun iman itu ada 6,
  1. beriman kepada Alloh, dan 
  2. beriman kepada malaikat-malaikatnya Alloh, dan 
  3. beriman kepada kitab-kitabNya, dan 
  4. beriman kepada para Rasul Nya, 
  5. beriman kepada hari akhir, dan 
  6. beriman kepada takdir baik dan buruk dari Alloh SWT ".

rukun islam


Adapun rukun islam adalah sebagai berikut  :
  1. Mengucapkan dua kalimat syahadat, yang artinya “Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang wajib disembah selain Allah dan mengakui bahwa nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah SWT. Dalam hal ini seorang yang sudah mengucapkan dua kalimat syahadat secara tidak langsung dia sudah masuk islam dan harus menerapkan aturan-aturan yang ada di dalam Al-Qur’an dan hadist (sunatullah).
  2. Adapun rukun yang kedua adalah mengerjakan shalat lima waktu sehari semalam. Shalat lima waktu ini meliputi Isyak (4 raka’at), Shubuh (2 raka’at), Dhuhur (4 raka’at), Ashar (4 raka’at), Maghrib (3 raka’at). Sudahkan kita menjalankan rukun islam yang kedua sebelum melanjalankan rukun islam yang ketiga ? ibarat sekolah kita berada pada tingkat 2 ? masak iya tingkat kedua tidak dilaksanakan secara utuh sudah naik kepada ketingkat selanjutnya ? mudah-mudahan kita termasuk orang-orang yang ahli shalat, amin amin amin ya rabbal alamin.
  3. Yang ketida adalah mengeluarkan zakat, zakat wajib kita keluarkan pada waktu yang tepat. Kalau waktunya tidak tepat itu namanya infaq atau shadaqah. Zakat mengandung arti mensucikan, dan zakat diwajibkan selama bulan puasa Ramadhan sampai sebelum terdengar takbir untuk shalat i’d fitri.
  4. Berpuasa dalam bulan Ramadhan, ini untuk menyambung yang ketiga itu tadi. Yakni zakat, setelah melakukan puasa kita juga diwajibkan untuk berzakat. Supaya kesejahteraan bisa terjalin antara si miskin dan si kaya. Apa saja hikmah dari puasa Ramadhan dan keutamaannya ? Puasa Ramadhan merupakan ibadah wajib bagi kita umat islam karena bulan puasa diperingati juga sebagai hari turunnya Al-Qur’an yang penuh hikmah dan petunjuk ke jalan yang benar. Bulan puasa hanya ada pada umat islam, bulan penuh berkah, ampunan, dan lipatan pahala dari sisiNya. Subhanallah.....manfaat dari puasa sendiri adalah selain menahan lapar dan haus juga menahan kita dari jalan syaitan yang sesat, yang merupakan musuh yang nyata bagi kita umat islam. Puasa bisa dibilang tempaan kita sebagai umat islam untuk menjadi lebih baik di bulan depannya atau di hari berikutnya, dan menambah ketaqwaan kita kepada Allah SWT.
  5. Yang kelima adalah ibadah haji, untuk rukun yang kelima ini memang susah untuk orang yang kurang mampu secara ekonomi. Tetapi apabila kita mempunyai niatan untuk haji, kita pasti bisa untuk melakukannya. Tidak ada yang tidak mungkin, Allah SWT Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan. Asalkan mau berusaha pasti ada jalan, jalan Allah meliputi mana saja, dari rezeki yang tidak kita sangka-sangka. Kuatkan iman kita, keyakinan kita, dzikir kita bermohonlah kepadaNya di pagi dan malam hari, shalatlah sepertiga malam, dan masih banyak cara yang bisa kita lakukan untuk bisa memohon kepada Allah SWT supaya Dia menurunkan malaikat penolongnya yang mengantar kita ke tanah suci untuk beribadah haji.

APAKAH PANTAS KITA MEMINTA KEPADA SELAIN ALLAH SWT


Sahabat yang se-iman, Alhamdulillah....salam saya limpahkan kepada junjungan Nabi besar Muhammad SAW beserta keluarganya. Pada kesempatan kali ini pendidikan islam akan membahas mengenai apakah pantas kita memintakepada selain Allah SWT ?seperti judul tersebut, di jaman dahulu sampai jaman sekarang masih banyak orang yang menyekutukan Tuhannya. Karena mereka kurang sabar dalam menerima coba’an yang diberikan Allah SWT.

Allah SWT berfirman dalam surat Al-Jin ayat 1-3 yang artinya  :

"Katakanlah (hai Muhammad): "Telah diwahyukan kepadamu bahwasanya: telah mendengarkan sekumpulan jin (akan Al Quran), lalu mereka berkata: Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al Quran yang menakjubkan, (yang) memberi petunjuk kapada jalan yang benar, lalu kami beriman kepadanya. Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan seseorangpun dengan Tuhan kami, dan bahwasanya Maha Tinggi kebesaran Tuhan kami, Dia tidak beristeri dan tidak (pula) beranak."

Dari ayat tersebut di atas dapat saya simpulkan bahwa ketika jin mendengar ayat Allah SWT (Al-Qur’an), mereka sadar akan kebenaran yang di wahyukan Tuhan kepada Rosulnya Muhammad. Mereka mendengar patuh/taat. Akan tetapi ada dilakangan jin yang sesat seperti manusia yang tidak mendapat petunjuk dan ada pula manusia yang meminta pertolongan kepada jin. Padahal jin sendiri tidak mampu dan kuasa lepas dari Allah SWT.

Difirmankan dalam surat Al-Jin ayat 6 – 12 yang artinya  :

"Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan. Dan sesungguhnya mereka (jin) menyangka sebagaimana persangkaan kamu (orang-orang kafir Mekah), bahwa Allah sekali-kali tidak akan membangkitkan seorang (rasul)pun, dan sesungguhnya kami telah mencoba mengetahui (rahasia) langit, maka kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-panah api, dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan (berita-beritanya). Tetapi sekarang barangsiapa yang (mencoba) mendengar-dengarkan (seperti itu) tentu akan menjumpai panah api yang mengintai (untuk membakarnya). Dan sesungguhnya kami tidak mengetahui (dengan adanya penjagaan itu) apakah keburukan yang dikehendaki bagi orang yang di bumi ataukah Tuhan mereka menghendaki kebaikan bagi mereka. Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang saleh dan di antara kami ada (pula) yang tidak demikian halnya. Adalah kami menempuh jalan yang berbeda-beda. Dan sesungguhnya kami mengetahui bahwa kami sekali-kali tidak akan dapat melepaskan diri (dari kekuasaan) Allah di muka bumi dan sekali-kali tidak (pula) dapat melepaskan diri (daripada)Nya dengan lari."

Dikatakan dalam ayat di atas ada kebiasaan manusia yang meminta pertolongan kepada para jin pada ayat 6, di jelaskan pada tafsir Al-Qur’an bahwa ada kebiasaan orang-orang mekkah ketika melewati tempat sunyi mereka meminta tolong atau perlindungan kepada jin penjaga tempat itu. Padahal dikatakan pada ayat 12 bahwa jin tidak bisa melepaskan diri dari Allah SWT, karena Allah SWT adalah penguasa segalanya, di tanganNya segala kejadian di langit dan di bumi ini terjadi. Tidak ada yang terjadi tanpa seijin Allah SWT.

Dikatakan juga dalam ayat ke 11 surat Al-Jin, bahwa diantara jin ada yang shaleh ada juga yang kafir. Mereka menempuh jalan yang berbeda-beda seperti manusia. Ada yang diberi petunjuk oleh Allah SWT dan ada pula yang dibutakan oleh Allah SWT. Ketika dia mendapat firman Allah dia selalu memalingkan diri dan tidak percaya. Balasan Allah sangat cepat dan tidak dapat ditunda barang seditikpun.

Mudah-mudan kita semua termasuk orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah SWT, amiin amiin amiin ya Robbal alamin. Sekarang apakahpantas kita meminta kepada selain Allah SWT ? jawabannya adalah tidak. Mudah-mudahan Allah melimpahkan RahmatNya dan Hidayahnya kepada kita, amiin....

Hukum Dzikir dan Doa Bersama dengan Suara Keras, Apakah Benar ?


Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh....Setelah kemarin saya membahas mengenai Jaminan Allah Terhadap Kebenaran dan Kemurnian Al-Qur’an sekarang saya putuskan untuk membahas Hukum Dzikir dan Doa Bersama dengan Suara Keras, Apakah Benar ? saya selesai shalat jum’ah, saya jalan keluar masjid entah kenapa tiba-tiba saya ingin membaca tentang buletin dakwah yang dibagikan setiap hari jum’ah pada masjid tersebut. Ketika saya baca artikel yang ada di sana yang keluar artikel tentang hukum berdzikir. Sepertinya menarik untuk saya ulas di blog pendidikan-islamic.blogspot.com

Pada jaman sekarang ini sedang ngetren dzikir bersama yang dipandu seorang da’i dan disiarkan di TV. Bagaimana hukumnya ? apakah termasuk bid’ah (sesuatu yang dilebih-lebihkan) ?

Mengenai dzikir bersama (berjam’ah) dengan mengeraskan suara, apalagi disiarkan oleh TV, hal itu menjadi perselisihan pendapat di kalangan ulama. Sebagian ulama mengharamkan berdzikir dengan cara seperti itu dengan alasan berlawanan dengan isi firman Allah SWT dalam surat Al-A’raf ayat 205 dan hadist yang diriwayatkan Imam Muslim dari Abu Musa R.A., serta tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah SAW, disamping itu juga mengganggu konsentrasi orang yang sedang shalat misalnya.
Dalam surat Al-A’raf ayat 205

pendidikan-islam


Yang artinya : “Dan sebutlah nama Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi, dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.”
Dari hadist riwayat Imam Muslim dari Abu Musa R.A., Rosulullah SAW bersabda yang artinya  :
“Hai manusia, kecilkan suaramu, sebab kamu tidak menyeru kepada orang yang tuli dan jauh, melainkan kamu menyeru kepada Yang Maha Mendengar lagi Maha Dekat dan Dia bersamamu.”
Dalam hadist lain yang sudah begitu terkenal diterangkan, di antara orang yang mendapat naungan Allah dari terik panas matahari di hari kiamat adalah orang yang berzdikir kepada Allah dalam keadaan sunyi sepi sehingga mengalir air matanya.
Imam Asy’Syafi’i dalam kitab Al-Um Juz I halaman 150 menyatakan yang artinya  :  “saya mengutamakan para imam dan makmum berzdikir sesudah shalat dengan suara pelan, kecuali apabila imam menghendaki supaya dzikirnya itu dipelajari makmum. Di kala yang demikian itu barulah dzikir dikeraskannya. Tetapi setelah dirasakan bahwa makmum telah mengetahui (hafal), maka kembali lagi dzikir itu dibaca pelan.”
Adapun alasan yang digunakan oleh Imam Asy-Syafi’i yaitu surat Al-Israa’ ayat 110

pendidikan-islam


Yang artinya  :  “Katakanlah  : serulah Allah atau Ar-Rahman, dengan nama yang mana saja kamu seru, dia mempunyai Al-Asmaul-Husna (nama-nama yang terbaik) dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu.”

Sementara itu ada sebagian ulama yang membolehkan dzikir berjama’ah dengan suara keras, beragumentasi dengan beberapa hadist yang sebenarnya bersifat umum tidak menerangkan tentang kaifiatnya dibaca keras.

Menurut kesimpulan Tim Fatwa Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, bukan berarti saya admin itu orang muhammadiyah ya ? saya juga bukan orang dari NU. Saya orang yang ingin mengambil kebenaran dari kedua-duanya. Baik itu muhammadiyah dan NU, jadi mohon maaf bagi pembaca yang tersinggung atau tidak suka. Saya admin benar-benar minta maaf, karena blog ini tempat saya sharing dan beragumentasi ilmu islam sesuai dengan Al-Qur’an dan Al-hadist. Manakala saya mendapat petunjuk dari kedua paham yang sesuai Al-Qur’an dan Al-Hadist maka akan saya anggap benar kedua-duanya.

Kembali lagi kita ambil kesimpulan dari Tim Fatwa Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, cara terbaik adalah kembali kepada praktik yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW dan ulama salaf, yaitu secara pelan-pelan dan dilakukan sendiri-sendiri. Hal ini karena berdo’a itu ibadah, maka jangan dimasukkan rekayasa pikiran dan model-model yang tidak ada tuntunan kaifiyatnya.

Mudah-mudahan artikel tentang Hukum Dzikir dan Doa Bersama dengan Suara Keras, Apakah Benar ? bisa membantu sahabat muslim dalam menentukan mana yang benar dan mana yang salah. Semua kembali kepada kita. Tuntunan yang benar adalah melalui Nabi Muhammad SAW karena beliau adalah perantara kita kepada Allah SWT ketika Allah SWT menyampaikan ayat-ayat suciNya. Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...

Cara Berwudhu Ketika Ada Bagian Tubuh Yang Terluka


pendidikan islamicAsslama'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, sahabat muslim yang dirahmati Allah. Semoga dalam keadaan yang baik dan selalu dalam ketaqwaan. Shalawat serta salam saya sampaikan kepada Nabi Muhammad SAW, karena barang siapa yang mencintai Rosul Muhammad, maka Allah dan Rosul akan menolong kita kelak di hari kiamat. Langsung saja masuk pada pembahasan saat ini, bagaimanacara berwudhu ketika ada bagaian tubuh yang terluka ? 




Banyak sekali pendapat tentang artikel ini, tetapi saya hanya berpendapat yang berlandaskan Al Hadist dan Al Qur'an, karena umat islam yang benar itu selalu berpegang teguh kepada Al Hadist dan Al Kitab. Sumber ini saya temukan di blog.re.or.id meski saya belum mengambil iji dari si pemilik karena blog tersebut tertutup untuk komentar, jadi misalkan ada pemilik blog aslinya datang kesini, silahkan tegur saya, sekalian saya minta ijin atas artikel ini, saya hanya mengambil cerita hadist Rosul saja pada blog tersebut, selebihnya murni dari inspirasi dan masalah pribadi saya.

Ada sebuah riwayat dari Jabir ra berkata : Kami dalam perjalanan, tiba-tiba salah seorang dari kami tertimpa batu dan pecah kepalanya. Namun dia mimpi basah. Lalu dia bertanya kepada temannya, Apakah kalian membolehkan aku bertayammum  ? Teman-temannya menjawab, kami tidak menemukan keringanan bagimu untuk bertayammum. Sebab kamu bisa mendapatkan air. Lalu mandilah orang itu dan kemudian mati . Ketika kami sampai kepada Rasulullah SAW dan menceritakan hal itu, bersabdalah beliau, mereka telah membunuhnya, semoga Allah memerangi mereka. Mengapa tidak bertanya bila tidak tahu ? sesungguhnya obat kebodohan itu adalah bertanya. Cukuplah baginya untuk tayammum… .

Pendidikan Islamic

Dari hadist di atas saya simpulkan bahwa cukup kita bertayamum ketika mendapat luka yang serius, dan berbahaya apabila luka tersebut terkena air. Yang menjadi pertanyaan sahabat, bagaimana ketika tangan kita terkena pisau yang sangat dalam atau tangan kita diperan karena menderita luka ?

Ada subuah riwayat juga yang menjawab pertanyaan di atas, dari Ali ra berkata : Pergelangan tanganku terluka pada saat perang Uhud, maka bendera terlepas dari tanganku. Nabi Muhammad SAW bersabda, letakkanlah bendera itu di tangan kirinya, karena Ali adalah pembawa benderaku di hari kiamat. Aku bertanya, Apa yang harus aku lakukan dengan perban ini ? Beliau SAW menjawab, Usapkan saja di atasnya.

Mulia sekali bukan agama islam itu, meskipun kita menghadapi banyak permasalahan tentang menjalani syariat islam, Tetapi agama islam selalu memberi kemudahan dalam mengatasi permasalahan tersebut. Akan tetapi dengan adanya keringanan tersebut janganlah dijadikan sebagai alasan untuk lebih meringankan lagi, dengan artian kita menga-ngadakan masalah dan mengambil keuntungan dari kemudahan ajaran agama islam. Sungguh Allah SWT Maha Melihat, dan Maha Mengetahui segala isi hati.

Cukup sekian pendidikan islamic saat ini tentang cara berwudhu ketika ada bagian tubuh yang terluka. Mudah-mudahan dengan adanya ilmu ini bisa menjadikan kita selalu pada jalan Allah yang hak dan selalu dalam tuntunan ajaran agama islam yang benar. Wassalam'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.....

Tata Cara Bertetangga di Dalam Islam | Adab Bertetangga


Hai sahahat yang se-iman, mudah-mudahan Rahmat Allah SWT selalu terlimpahkan kepada kita umat Muhammad, amiin. Shalawat serta salam selalu disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW, mengingat perjuangan beliau yang sangat berat dahulu ketika menyebarkan agama islam sampai seperti ini. Subhanallah....pada kesempatan kali ini saya akan membahas mengenai tata cara bertetangga di dalam islam atau dikenal dengan adab bertetangga. Islam adalah agama Rahmat untuk sekalian alam. Islam mengatur hukum secara detail, yang hak tetap menjadi hak dan yang batil akan tetap menjadi batil. Sungguh berdosa orang yang memutar balikkan hukum Allah SWT dengan berbagai dalil karena nafsunya. Kepintarannya hanya di buat meng-kafirkan sahabat muslim lainnya, mudah-mudahan Allah SWT selalu melindungi kita kepada jalan yang lurus sesuai dengan Al Hadist dan Al-Qur’an.

Rosulullah SAW bersabda yang artinya  :

“Tidak masuk jannah orang yang tetangganya tidak merasa aman dari gangguannya.” (HR. Muslim no 73)

Kalau membaca hadist Nabi Muhammad SAW di atas rasanya takut sekali, Rasulullah SAW bersabda  yang artinya  :

“Jibril senantiasa mewasiatkan kepadaku untuk berbuat kepada tetangga sampai aku beranggapan bahwa tetangga akan mewarisi”. (HR. Al-Bukhari no. 6014)

Melihat hadist di atas disebutkan Rosul seolah-olah sangat dekat sekali sampai seperti tetangga yang akan mewarisi hak milik kita nanti. Rosulullah SAW juga bersabda yang artinya  :

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah SWT dan hari akhir maka hendaknya dia memuliakan tetangganya.” (HR. Al-Bukhari no 6019)

Suatu hari disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW seorang wanita yang dia sering berpuasa, bersedekah, banyak beribadah, shalat malam dan berbagai kebaikan yang lain, akan tetapi Rosulullah SAW mengatakan : 

“Dia di neraka,” karena tetangganya tidak selamat dari gangguan lisannya.” (HR. Ahmad dalam Al-Musnad, Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad).

Termasuk mangganggu tetangga seperti memperdengarkan multimedia seperti, radio, tape, television dll. Sekalipun itu bacaan Al-Qur’an, apabila tetangganya merasa terganggu itu termasuk kezaliman dan haram hukumnya.

Rosulullah bersabda yang artinya  :

‘Janganlah engkau meremehkan sedikitpun dari kebaikan, walaupun sekedar menampakkan wajah yang berseri-seri ketika bertemu saudaramu.” (HR. Muslim no 2626).

Dan Rosullah juga bersabda yang artinya  :
“Saling menghadiahilah kalian niscaya niscaya kalian akan saling mencintai.” (HR. Al-Bukhari dalam Al-Mufrad no 594).

Dalam riwayat lain Rasulullah bersabda yang artinya  :

“Wahai wanita-wanita muslimah, jangan sekali-kali seorang tetangga menganggap remeh untuk memberikan hadiah kepada tetangganya walaupun hanya sepotong kaki kambing.” (HR. Al-Bukhari no 2566).

Adapun hak bertetangga sesuai dengan kedudukannya adalah sebagai berikut  :

Tetangga muslim dan sekaligus saudara kerabatnya, maka dia mendapatkan tiga hak yaitu hak seorang muslim, hak saudara, dan hak bertetangga.
Tetangga muslim dan tidak mempunyai ikatan kekerabatan, maka dia mempunyai dua hak, yaitu hak muslim dan hak tetangga.
Tetangga non muslim, maka dia hanya mendapatkan satu hak, yaitu hak tetangga.
Pada keterangan di atas jelas sekali bahwa islam mengatur keharmonisan bertetangga baik dengan muslim, kerabat, maupun non muslim.

Sahabat yang se-iman, “Sebaik-baik sahabat di sisi Allah adalah mereka yang terbaik kepada sahabatnya, dan sebaik-baik tetangga di sisi Allah adalah yang terbaik kepada tetangganya.” (HR. At-Tirmidzi, Ahmad, dan Ad-Darimi, dari sahabat Abdullah bin Amr bin Al-Ash).

Rosulullah SAW bersabda yang artinya  :

“Ada empat perkara yang termasuk dari kebahagiaan : istri yang shalihah, tempat tinggal yang luas, tetangga yang shalih dan tunggangan (kendaraan) yang nyaman. Dan ada empat perkara yang termasuk dari kesengsaraan : tetangga yang jelek, istri yang jahat, (tidak shalihah), tunggangan yang jelek, dan tempat tinggal yang sempit.” (HR. Ibnu Hibban, dishahihkan oleh Asy-Syaikh Muqbil).

Yang dimaksud dengan tetangga yang jelek dalam hadist di atas menurut saya pribadi adalah perilakunya yang jelek, suka menghasud, mengadu domba dan menyengsarakan (tetangganya tidak aman dari lisannya).

Jaminan Allah Terhadap Kebenaran dan Kemurnian Al-Qur’an


Asslamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.....setelah saya memposting mengenai cara berwudhu ketika ada bagian yang terluka, saya mempunyai ide mengenai kemurnian Al Qur’an. Sebenarnya semua orang islam semua sudah mengetahui, jangan mengaku islam kalau belum mengetahui firman Allah tentang Jaminan Allah Terhadap Kebenaran dan Kemurnian Al-Qur’an.Sebagai orang islam sebenarnya kita itu tidak boleh meragukan Allah, Rosul, dan Al-Qur’an kitab kita umat islam.

Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat Yunus Ayat 37 yang artinya  :

Q.S. Yunus : 37


“Tidak mungkin Al-Qur’an ini dibuat oleh selain Allah, akan tetapi membenarkan tentang kitab-kitab yang sebelumnya dan menjelaskan hukum-hukum yang telah ditetapkanya, tidak ada keraguan di dalamnya, (diturunkan) dari Tuhan Semesta Alam.”

Itu kesaksian Allah tentang kebenaran Al-Qur’an, di dalam surat tersebut dikatakan bahwa mustahil manusia itu membuat Al-Qur’an, karena apa ? jawabnya ada di surat Yunus lanjutannya ayat 38 yang artinya  :

Q.S. Yunus  :  38


“Atau (patutkah) mereka mengatakan :  “Muhammad membuat-buatnya”. Katakanlah  : “(kalau benar apa yang kamu katakan itu),  maka cobalah datangkan sebuah surat seumpamanya dan panggilah siapa yang dapat kami panggil (untuk membuatnya) selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.”

Diterangkan di surat tersebut di atas bahwa kalau nabi Muhammad mengada-ada kita umat manusia disuruh membuat yang serupa Al-Qur’an satu ayat saja, dan dengan panggilan Tuhan sebagai penciptanya. Pasti kita tidak mampu untuk melakukan itu....seperti itu yang dikatakan Allah dalam firmannya, dan sebagai penguat hati kita untuk tetap teguh di jalan Allah SWT.

Semoga kita umat muslim diberi keteguhan Iman dan Kelurusan Akhlak sesuai dengan Al-Qur’an dan Al-Hadist, demikian bahasan mengenai Jaminan Allah terhadap Kebenaran dan Kemurnian Al-Qur’an. Semoga dapat memberikan kita hidayah dan rahmat, Assalam’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.....

Pengertian dan Wujud Riba, Cara Menyikapi Riba dan Hukumnya


Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh....sahabat muslim se-iman yang     mudah-mudahan hidayah datang kepada kita seiring dengan niat baik kita, Amiin.... pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang pengertian dan wujud riba, cara menyikapi riba dan hukumnya setelah pada kesempatan yang lau saya membahas tentang empat golongan manusia yang dilaknat Allah saya sangat tertarik dengan RIBA, Alhamdulillah, dan Subhanallah... kita bisa menjauh darinya (riba), meskipun debu-debu riba mesih menyelimuti kita.
pendidikan islam
Ingin tahu pengertian dan perwujudan dari riba pada masa sekarang itu ? Yuk mari kita kupas satu persatu. Riba secara syariat merupakan penyerahan pergantian sesuatu dengan sesuatu yang lain yang tidak dapat terlihat wujud kesetaraannya menurut timbangan syara’ ketika aqad, atau disertai kelebihan pada akhir proses tukar menukar, atau hanya salah satunya.

Sahabat malah bingung atau sudah    mengerti ? Alhamdulillah kalau sahabat sudah mengerti, intinya riba itu kelebihan dari pokok nilai suatu barang/uang. Dan macam-macam riba adalah sebagai berikut  :
  1. Riba Qardh, merupakan suatu manfaat atau tingkat kelebihan tertentu yang disyaratkan terhadap yang berhutang (muqtaridh).
  2. Riba Jahiliyyah, merupakan hutang dibayar lebih dari pokoknya, karena si peminjam tidak mampu membayar hutangnya pada waktu yang ditetapkan.
  3. Riba Fadhl, merupakan pertukaran antar barang sejenis dengan kadar atau takaran yang berbeda, sedangkan barang yang dipertukarkan itu termasuk dalam jenis barang ribawi.
  4. Riba Nasi’ah, merupakan penangguhan penyerahan atau penerimaan jenis barang ribawi yang dipertukarkan dengan jenis barang ribawi lainnya. Riba nasi’ah muncul karena adanya perbedaan, perubahan, atau tambahan antara yang diserahkan saat ini dengan yang diserahkan kemudian.

Nah, pernyataan mengenai riba tersebut saya kutip dari Salim Syarief MD, dan saya tidak mengambil isi dari seluruh blognya, kebetulan saya lupa alamat blognya. Yang saya ambil hanyalah perngertian riba, rasanya tidak etis kita mengambil pengertian dan tidak mencantumkan sumbernya, ibaratnya kita mendeskripsikan pengertian itu sendiri.
Setelah sahabat mengetahui tentang apa itu riba dan macamnya, sekarang kita kupas seperti apa perwujudan riba pada masa sekarang ini. Contoh penerapan riba adalah sebagai berikut  :
Koperasi, sahabat mungkin sudah tahu seperti apa koperasi pada masa sekarang. Yang saya maksud adalah koperasi simpan pinjam. Mereka menerapkan pinjaman dan memberikan bunga pada saat pembayarannya, terlebih mereka juga menerapkan riba jahiliyyah, apa itu riba jahiliyyah ? lihat pengertiannya di atas. Saya tidak mengulanginya lagi.
Bank Konvensional, sahabat sudah tidak asing lagi dengan yang namanya bank. Bahkan diantara kita mungkin memiliki rekening bank lebih dari satu. Kalau untuk bank sudah sangat jelas kinerjanya seperti apa, kita bisa membuka websitenya langsung dan bisa mengetahui seperti apa kinerja bank, contohnya, pinjaman seperti koperasi, pinjaman untuk pengusaha/usaha kecil, deposito, dll masih banyak lagi.
Asuransi, menurut saya asuransi masih mengandung unsur riba. Kalau ada yang tahu ada asuransi tidak mengandung riba tolong beritahu saya ya, karena keterbatasan informasi yang saya miliki. Kenapa saya menganggap asuransi itu riba ? mungkin kita biasa memberikan uang secara berkala sebagai jaminan kehidupan kita di masa mendatang, misal  :  pendidikan, masa tua (pensiun), kesehatan, dll. Tahukah seperti apa kinerja asuransi dalam memanfaatkan uang yang mereka kumpulkan dari pembayaran kita secara berkala kepada mereka ? salah satunya investasi, deposito, dll masih banyak lagi. Tergantung dari pimpinan asuransi mau mengalokasikan dananya kemana. Tidak mungkin uang asuransi yang kita bayarkan setiap bulan itu didiamkan begitu saja oleh mereka, itu fikiran logist dari saya, betul apa tidak sahabat ?
Sementara ini dahulu ya sahabat, sekiranya ada tambahan nanti akan saya tambahkan pada lain waktu. Ok, untuk selanjutnya adalah bagaimana kita menyikapi riba itu ? bagaimana kalau kita sudah terlanjur menabung, dan meminjam ?
Menurut saya pribadi, mohon koreksi kalau ada dalil atau hadist yang melarang saran dari saya. Karena saya membuat saran ini juga ada pertimbangan dari Al-Qur’an dan Hadist, karena saya hanya manusia dan bisa juga salah. Yang Maha benar hanyalah Allah SWT, langsung saja ya sahabat bagaimana cara kita menyikapi riba  :
Kalau kita sudah terlanjur menabung di bank, silahkan tarik uang dari bank dan jangan di sisakan. Dan untuk bunganya silahkan diberikan kepada orang yang membutuhkan atau lembaga dalam niat untuk mensucikan harta bukan bersodaqoh ya sahabat, saran ini saya tulis berdasarkan surat Al-Baqarah ayat 277 yang artinya
Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”
Dan untuk surat Al-Baqarah ayat 278 yang artinya
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman.”
Dan untuk surat Al-Baqarah ayat 279 yang artinya
Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.”
Sungguh mengerikan ya sahabat, saya sendiri takut dengan Allah setelah melihat ancaman di atas. Kalau sahabat sama seperti saya, saya bersyukur sekali berarti hidayah sudah datang kepada sahabat, segeralah bertaubat. Jangan meragukan firman Allah SWT sesungguhnya azabnya sangat cepat dan pedih.
Dan untuk selanjutnya, bagaimana kalau kita sudah terlanjur berhutang ? nah ini agak sulit untuk mencari solusi permasalahannya, tidak semudah dengan mengambil uang di bank ya sahabat. Karena usaha yang kita lakukan dengan meminjam uang di bank itu bisa dikategorikan haram, karena kita sudah memanfaatkan riba, Allah berfirman dalam surat An-Nisa’ ayat 160-161 yang artinya  :
Karena kezaliman orang-orang yahudi, Kami haramkan bagi mereka makanan yang baik-baik yang (dahulu) pernah dihalalkan; dan karena mereka sering menghalangi (orang lain) dari jalan Allah. Dan karena mereka menjalankan riba, padahal sungguh mereka telah dilarang darinya, dan karena mereka memakan harta orang dengan cara yang batil. Kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir di antara mereka azab yang pedih”.
Dan dalam Surat Ali-Imron ayat 130 yang artinya  :

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kalian mendapat keberuntungan.”

Saran dari saya segera sucikan harta yang tadinya dari bank dengan memberikannya kepada pihak yang membutuhkan, tetapi bukan dengan niat sodaqoh, hanya niat untuk mensucikan harta dan bertaubat karena Allah SWT, insya Allah kita bisa mendapat rahmat dari rejeki yang diberikan Allah kepada kita. Karena pemakan riba akan dijadikan oleh Allah SWT apa-apa yang sebelumnya halal menjadi haram baginya. Memang sulit dan sangat sulit, apalagi kalau tingkat kecintaan dunia kita lebih tinggi dari pada Allah SWT dan Rosulnya, itu sangat sulit....mungkin banyak diantara sahabat yang mengalaminya.
Hidup dijaman sekarang ini memang sulit, sekalipun kita sudah terlepas dari riba...masih saja debu-debu riba menyelimuti kita yang sewaktu-waktu bisa menjadi boomerang kita kepada murka Allah SWT. Karena pada ajaran sebelum Nabi Muhammad SAW, riba ini sudah sangat dilarang. Dan umat muslim tidak boleh mengucapkan “mencari harta haram saja sulit apalagi mencari harta halal”. Sungguh kata-kata itu bisa mendatangkan murka Allah SWT kepada kita.
Semoga artikel tentang  pengertian dan wujud riba, cara menyikapi riba dan hukumnya  bisa memberikan hidayah kepada kita dan bisa membuat kita menjadi hamba yang bertaubat dengan sesungguhnya. “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” Wasaalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.